Sadar Akan Lingkungan Sejahtera Tanpa Merusak

oleh Agustina

 

Global Warming, dua kata yang sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat yang memberikan arti yakni pemanasan global (seluruh dunia). Seperti yang kita ketahui bahwa pemanasan global tidak hanya meresahkan masyarakat karena bumi semakin hari semakin memanas bagi manusia tetapi berdampak pula bagi lingkungan alam sekitarnya sehingga lingkungan dan tumbuhan-tumbuhan pun menjadi kering dan tandus. Alam menjadi rusak bagaikan tak berpenghuni.

Aceh khususnya yang kaya akan sumber daya alam pun belum mampu melindungi alam lainnya karena di aceh sumber daya manusianya masih sangat kurang. Oleh karena itu alam dan manusia tak seimbang dalam perputarannya. Hal itu sangat menyedihkan bagi warga aceh sekitarnya karena kekurangan sumber daya manusia di daerah sendiri maka daerah lain dengan mudahnya memasuki wilayah aceh untuk mengambil sumber daya alam yang berlimpah ruah di nanggroe aceh darussalam ini. Para pemimpin pun hanya bisa melihat dan melanjutkan operasional kerjanya seperti biasanya karena tak tahu harus berbuat apa.

Seperti peristiwa yang baru saja terjadi di Banda Aceh  akibat pembukaan lahan baru yang membawa musibah di hutan lindung sare yang terbakar hingga mencapai 20 hektar akibat tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Karena terbakarnya hutan lindung tersebut maka berdampak buruk pula untuk ekosistem dan satwa yang ada di hutan seulawah.

Hutan lindung yang terbakar tersebut merupakan contoh buruk yang lagi-lagi membuat masyarakat harus berhati-hati jika melewati jalur tersebut baik yang beroda dua ataupun beroda empat. Selain itu juga berdampak buruk untuk bumi kita karena semakin gersang lingkungan sekitarnya dan karena pembentukan lahan baru mengapa harus membakar lahan lama yang jelas-jelas tidak mengganggu pembentukan lahan baru?? Seharusnya lahan lama bisa berdampingan dengan lahan baru sebab akan mengembangkan kembali ekosistem yang lebih baik. Dan dengan begitu warga dapat memanfaatkan sumber daya alam tersebut tanpa harus merusak lingkungan. Hutan tersebut bisa menghasilkan nafkah bagi warga asalkan tahu cara pemanfaatannya dan tidak harus merusak karena kita bertanggung jawab untuk melindungi bumi ini agar tetap lestari dan indah serta kita juga dapat memperkenalkan kepada daerah lain bahwa inilah aceh yang sangat lestari dengan sumber daya alamnya yang bisa mensejahterakan masyarakat tanpa harus merusak namun dapat dikembangkan keindahannya meskipun di aceh juga terdapat banyak pabrik-pabrik industri yang kadang kala akibat industri tersebut yang mengharuskan alam yang dijadikan tumbal dalam pengelolaan industri tersebut. Tetapi dengan adanya industri yang berdiri di aceh maka itu membuktikan bahwa sumber daya manusia  di aceh walaupun tidak seluruhnya namun tetap ada yang bisa dimanfaatkan. Dengan berdirinya industri dapat membantu lingkungan sekitar dengan pemanfaatan yang baik pula seperti industri-industri rumah tangga yang membantu masyarakat dalam menyalurkan kekreatifan dan imajinasi masyarakat dalam mengembangkan produk-produk yang mereka ciptakan dalam home industri mereka dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada yang dapat melestarikan lingkungan mereka tinggal tanpa harus merusak alam sekitarnya.

Seperti daerah lain yang kita lihat dalam berita-berita yang selalu mengabarkan bahwa bangunan-bangunan banyak yang habis dilahap dengan si jago merah, banjir terjadi dimana-mana dan peristiwa lainnya yang sangat mengkhawatirkan warga di sekitarnya. Jika kita bayangkan itu terjadi di nanggroe aceh darussalam ini seperti tsunami yang terjadi pada tanggal 24 Desember 2004 lalu maka habislah aceh ini karena peristiwa yang terjadi 6 tahun lalu merupakan bencana alam yang meporak-porandakan aceh bagaikan debu yang tersapu. Dari kejadian itu kita seharusnya bisa berkesimpulan untuk bersama-sama menjaga lingkungan aceh ini agar menjadi lebih baik dan maju kedepannya bukan semakin hancur karena tak dijaga. Bukankah tidak sulit untuk menjaga dan melestarikan lingkungan yang kita tempati? Jawaban yang tepat pada umumnya tidaklah sulit namun tidak ada yang bergerak untuk mencapainya karena orang-orang hanya sibuk dengan apa yang ingin dicapainya secara individualis bukan untuk kesejahteraan sosialisnya. Rasa individual lebih besar dibandingkan dengan rasa sosial dan solidaritasnya apalagi terhadap lingkungannya sendiri belum tentu masyarakat peduli. Seperti dilakukannya gerakan penghijauan untuk kesejukan alam sekitarnya saja belum semua partisipasi masyarakat dan pemerintah mengambil andil dalam gerakan tersebut yang sangat jelas manfaatnya untuk alam kita ini dan hidup pun menjadi sejahtera dan makmur tanpa merusak alam meskipun dari alam kita mengolahnya untuk mencari nafkah. Langkah go green adalah langkah yang sangat baik dalam global warming karena dengan langkah tersebut dapat membantu alam dan lingkungan untuk tetap terjaga namun jangan sampai berlebihan pula karena akan berbahaya nantinya jika dengan penghijauan dapat mengikis seluruh isi alam. Bukan seperti itu pula. Sebab penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani kritis lingkungan. Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Peran penghijauan sangat penting untuk lingkungan kita agar terciptanya lingkungan hidup yang sehat. Peran penghijauan sebagai paru-paru kota karena pada pertumbuhannya menghasilkan zat asam O2 yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernapasan, penghijauan juga sebagai pengatur lingkungan  karena vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan menjadi sejuk, nyaman dan segar, selain itu peran penghijauan juga sebagai pencipta lingkungan hidup (ekologis), penyeimbangan alam yang merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup disekitarnya, perlindungan terhadap kondisi fisik alami sekitarnya (seperti angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu), penghijauan juga memberikan keindahan dan kesehatan bagi kita semuanya.

Dari perannya saja penghijauan sangat bermanfaat untuk kesejahteraan hidup kita namun mengapa tidak ada yang bergerak hingga saat ini? Jawabannya ada pada masing-masing individunya.

Masyarakat bisa menjaga lingkungan tanpa harus merusak lingkungan tersebut melalui program pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat, warga sebenarnya dapat berperan dalam mengurangi resiko bencana sesuai dengan kondisi wilayah daerah masing-masing. Mereka dapat membuat peta kerawanan, mengidentifikasi daerah-daerah yang aman atau tidak dan mengusulkan sarana dan prasarana apa yang dibutuhkan untuk daerahnya agar tidak harus mengambil apa yang ada di lingkungan tapi dapat dijaga lingkungan tersebut agar hidup bisa sejahtera dan makmur. Mari kita mulai bersama-sama untuk melestarikan lingkungan dan daerah yang kita cintai ini agar selalu asri dan hidup menjadi sehat dan sejahtera untuk kita sendiri mulai dari sekarang, seperti kata-kata GusDur itu aja kok repot .

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: